Selasa, 15 September 2015

Testing Fuck



Quote:Quote:Pada umur 9 tahun seusai pulang sekolah dan makan malam (agak sore) ,ia mulai bekerja sebagai penyemir sepatu. Setiap harinya ia berkeliling di sekitar bar-bar terdekat untuk mencari pelanggan namun akhirnya ia beralih ke tempat-tempat rekreasi karena selain lebih banyak, pelanggannya pun ramah-ramah.
Quote:Pada umur 11 tahun. Ia mengambil perkerjaan kedua sebagai pembawa koran Detrot Free Press. Karena itu koran pagi, ia perlu bangun 05.30 pagi untuk mengantarkan koran tersebut (dengan jalan kaki) sebelum sekolah. The Free Press juga memberikan bonus untuk pengantar koran yang giat dimana bonusnya berupa sekotak pepsi/cola per orang yang baru berlangganan. Dan tidak lama pula gudang di belakang rumahnya terisi penuh oleh kotak-kotak hasil bonus pekerjaan Joe. Bonus-bonus yang sudah membludak tersebut dimanfaatkannya untuk dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan vendor/penjual yang lain. Momen yang paling ia banggakan adalah ketika ia membelikan anting untuk ibunya dari pendapatannya itu. Bukan uang dari menolong orang tua untuk menaruh makan di atas meja layaknya anak kecil seumurannya.
Quote:Pada umur 12 tahun ia memenangkan kontes untuk mendapatkan pelanggan baru yang diadakan The Detroit Free Press dan hadiahnya adalah sebuah sepeda keluaran terbaru. Bagaimana caranya? Setiap waktu kosongnya ia habiskan dengan mengetuk pintu rumah di sekitarnya dan menawarkan bisnis tersebut. Simpel kan? Sebenarnya anak-anak pengantar koran yang lain juga memilik peluang yang sama namun yang membedakannya dengan Joe adalah banyak dari mereka yang tidak mempunyai keinginan untuk berusaha.” any one of those kids could have beat me, but they weren’t willing to work. They didn’t want it badly enough.”

Quote:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar